Thursday, October 13, 2011

Purnama Oktober 2011

Dikutip dari status Facebook saya, Kamis petang, 13 Oktober 2011


bulan merah jambu luruh di kotaku (asli ini bukan lagu)... ku duduk menghadap ke timur di pertigaan legendaris itu, tidak terlalu sliwar-liwer komuter jadi suasana syahdu...
dari sisi kanan bawah dari pandang mata ku, menyertai dengan setia lonely star (opo kuwi, Venus ya ketokke?). meski langit tidak terlalu cerah, tapi cahya rembulan berpendar tanpa penghalang (arah jam 11 dari posisi dudukku).
andaikan lampu neon tidak membuat anomali cahaya di sekitarku, pasti lebih indah suasanyana.... jalan relatip sepi, suara kompor gas juga tak terlalu mbrebegi....
19 menit berlalu kok rembulannya makin meninggi? jadi mendangak ni aku kalo memandangnya.... ehm, tapi makin tak berpenghalang. sekarang bebas lepas di angkasa.... kok nggak jatuh yaa? 
di bawah sinar bulan purnama, hati rindu jadi senang... tapi nggak ada gitar berbunyi riang gembira.... adanya suara wajan beradu dengan solet.... ah rupanya ada orang sedang pesan mie.... jan kok ndadak bakulan mie barang; mbok sudah nasi bungkus saja.... 
mendiskusikan tentang hewan qurban, kambing/sapi untuk qurban itu apa wajip jantan, atau betina juga boleh? kalo yang kudengar dari pengajian malem ini (baru saja selesai, tapi aku ndengarkan dari kamar kos), itu tidak ada kewajiban harus jantan. dari genteng kaca, rembulan tetap menemani. ah, bentar, mbul, aku bergabung lagi...tunggu ya...
 bertambah jauh malam dari petang, sang Venus (asumsiku) makin sejajar dengan rembulan. sinarnya terpantul pada galon tandon air aluminium di atas balkon rumah tingkat sebelah warung prasmanan. tidak menyilaukan, justru sangat adem dipandang.... 
tiba pada suatu masa rembulanku beringsut sejenak di balik dedaunan pohon besar di atas tempatku duduk. pada saat bersamaan di sebelahku bergumam seorang pengunjung warung mengeluhkan pekerjaannya.
ah, bukan momentum yang baik, mendingan ku tinggal sejenak ke markasnya Pak Dib....kedamaian jangan cepat berlalu deh :) 
woo, ternyata itu bukan Venus tapi Yupiter....lewat tengah malam, setelah sempat liyer-liyer teklak-tekluk mata berat, mak jenggirat memandang ke arah langit....wah! bintang berhamburan.... meskipun tidak terlalu banyak... sekelebat halo melingkar meski samar-samar     



No comments: