Tuesday, June 2, 2009

Garuda di dadaku

Masihkah tersisa cinta di hatimu?
Akan negeri yang t'lah berikanmu tanah 'tuk berpijak, udara 'tuk bernapas,
dan air 'tuk kau minum?

Masihkah tersisa rasa dalam hatimu?
Akan p'rilaku yang bijak dan kesederhanaan
yang terpancar dari inti bumi nusantara?
Akan keyakinan
sebongkah batu pun 'kan menjadi berlian?

Masihkah tersisa niat dalam benakmu?
Akan kinarya yang tulus tanpa
memandang indahnya istana bertatah pualam?
Akan sumbangsih bagi nusa seberapapun koyaknya hatimu?

Masihkah tersisa masa?
Ketika dukanya adalah dukamu jua?
Tatkala sukamu adalah bahagianya mereka?

Masihkah terbias pandang di kedua matamu?
Ialah derita menjerit yang kau intip dari jendela kencanamu?
Ialah peluh membanjir yang kau singkap dari tirai sutramu?

Masihkah kepak sayap garuda
membahana di atas langit istanamu?
Seperti cengkeram jalunya menancap erat
pada jiwa setiap m'reka di aspal panas?

No comments: