Tuesday, March 31, 2009

I do

I do believe in...

rain to shower the desert
snow hanging the tropical rim
sixty-first second of a minute
the eigth day of just a week
the thirteen month of just one year

I do comply with...

signs I dreamt last night
stitch I mend my clothes
string that splits my neck
nails that bruise my leg

I do...

I care what brought me down
I care what turned me on
I care what lifted me high
I care what blacked me out

I do...

commit to what you need
admit the things you bring
permit how treat you be
profit you start calling

I do...

Saturday, March 28, 2009

When I do...


I do believe in...

rain to shower the desert
snow hanging the tropical rim
sixty-first second of a minute
the eigth day of just a week
the thirteen month of just one year

I do comply with...

signs I dreamt last night
stitch I mend my clothes
string that splits my neck
nails that bruise my leg

I do...

I care what brought me down
I care what turned me on
I care what lifted me high
I care what blacked me out

I do...

commit to what you need
admit the things you bring
permit how treat you be
profit you start calling

I do...

Saturday, March 14, 2009

Jombloo = Happy ?


Tentu itu karena keadaan yang mulanya "memaksa" untuk tetap merasa bahagia. Tentu dalam hati kecil ingin pula merasakan belaian sayang kekasih. Seperti mereka yang tengah menjalani mahligai nan indah dan berwarna.

Akhirnyalah dari terpaksa menjadi terbiasa. Tiada tempat untuk bersandar. Betapa sepinya. Begitulah hari-hari yang harus dilewati.

Sendiri bukan pilihan untuk selamanya. Buktinya, ada tersisa waktu kala merasa "kedinginan" di tengah malam. Kadang juga ... ah ... menangis (Pataskah? Betapa rapuhnya ...) Tapi itu yang senyatanya. Tak perlu ditutupi atau berlagak tahan banting. Yang menjadikan diri kuat hanyalah pertanyaan: "Maukah dirimu menggantikan jiwa dan ragaku? Menjalani ini semua seperti yang ku telah dan sedang jalani?" Hanya itulah yang membuat senyum, pun hanya sekejap.

Sendiri bukan karena enggan melepaskan status itu. Melainkan merasa betapa sulitnya untuk mengakhiri episode itu. "Bad luck", itu mungkin istilahnya. Akhirnya lah seperti ini. Harus tetap bahagia apapun yang sedang terjadi. Harus bahagia karena telah menjalani jurang yang terjal dan curam. "Auuch ... cakiitnya ..." Ya, siapa bilang tidak sakit? Dirasakan saja, "rak wis" :)

Anggap saja itu semua "door-prize" yang tidak setiap orang mendapatkannya ;).

Thursday, March 12, 2009

Purple Heart


Kan mentari undurkan diri
masih kusisa senyum di hati
kan pelangi henti lingkari
bidadari tetap bernyanyi

Dewi malam tak kunjung salam
di ujung pantai tak kilau tiram
hembus bayu dalam temaram
tajam menusuk keras menghunjam

Satu warna beribu makna
enyah duka tengah melanda
kelebat sutra ungu merona
kibaskan lara sang semenjana